Jumat, 11 Desember 2020

HEMATOLOGI (II)

 Hematologi merupakan salah satu cabang ilmu kesehatan yang memplajari tentang darah,organ hematopoletik danpenyakitnya. Seperti yang telah disebutkan pada topik sebelumnya,kali ini saya kan menjelaskan apa itu Fibrinolisis dan Anti Fibrinolisis.

1. Fibrinolisis

   Sistem fibrinolitik pada dasarnya adalah aksis atau sumbu dimana plasminogen diaktivasi menjadi produk aktif utama plasmin. Plasmin dapat menghancurkan fibrin dan pembekuan darah. Sistem ini pada dasarnya kebalikan dari sistem koagulasi. Pembekuan darah membentuk bekuan darah untuk mencegah kebocoran atau pendarahan,sedangkan sistem fibrinolitik melakukan hal sebaliknya untuk memastikan sirkulasi darah yang baik. Fibrin juga berperan dalam penyembuhan luka,dalam kondisi fisiologis cedera,tubuh manusia akan memicu pelepasan sitokin,yang akan menyebabkan peningkatan neutrofil dan makrofag,sehingga meningkatkan plasminogen. Plasminogen diaktivasi oleh plasmin yang kan membantu jaringan baru untuk menutupi luka.




Fungsi Fibrinolisis :

  1. Menghancurkan fibrin yang terbentuk agar tidak menjadi penghambat aliran darah
  2. Menyebabkan lisis dari fibrin dan sel endotel secara utuh kembali
  3. Batasan pembentukan fibrin di area luka, tujuan dari hemostatis tersier adalah untuk mengontrol aktivitas koagulasi agar tidak menjadi berlebihan
Adapun faktor yang dapat mempengaruhi fibrinolisis yaitu :
  1. Umur dimana proses fibrinolitik terjadi,dimana proses pada anak dan dewasa lebih cepat daripada proses pada orang tua.
  2. Merokok dapat meningkatkan fibrinogen darah,menambha agregasi trombosit,meningkatkan  homoglobin, dan viskositas darah.
  3. Latihan fisik dapat merangsang aktifitas fibrinolitik darah selama latihan fisik.
Proses Penyembuhan Luka Sistem Fibrinolisis:

A. Hemostatis dan Inflamasi
       Fase pertama dimulai dari terjadinya cedera dan berlangsung kurang lebih 24 - 48 jam. Tahap ini ditandai dengan kerusakan jaringan yang menyebabkan darah terpapar ke jaringan, memicu kaskade koagulasi dan peradangan atau pembengkakan. Tujuan utama dari kedua reaksi tersebut adalah untuk menghentikan pendarahan.
       Pada fase pertama ini,sistem fibrinolitik dikompresi untuk memungkinkan pembentukan fibrin dan mengikuti proses stabilitasi bekuan. Jringan fibrin yang terbentuk tidak hanya membantu menghentikan pendarahan,tetapi juga mencegah mikroorganisme emasuki tubuh melalui luka.
       Oleh karena itu, sistem koagulasi sementara dapat bertindak sebagai penghalang jaringan mukosa. Jaringan fibrin ini juga dapat memandu sel lain untuk bermigrasi ke lokasi cedera dan memicu proliferasi fibroblas.
        Selain hemostatis, jaringan yang terluka juga akan memicu proses inflamasi (peradangan) atau inflamasi. Hal ini terbukti pada respon seluler yang ditandai dengan perpindahan leukosit ke lokasi luka. Selain itu,ada tanda-tanda peradangan lainnya, seperti edema dan eritama. Respon inflmasi lengkap ini akan terjadi dalam 24 jam dan mungkin selama dua hari.

B. Fase proliferasi
         Fungsi utama dari tahap ini adalah mengurangi area luka yang mengalami penyusutan dan fibrolissi serta membentuk penghalang epitel. Pada tahap ini terlihat jelas bahwa luka ditutup melalui proses angiogenesis,fibrosis,dan reepitelisasi. Proses ini terjadi antara 48 jam pertama cendera dan 14 hari setellah timbulnya luka.
         Angiogenesis adalah proses pembentukan pembuluh darah baru untuk memulihkan aliran darah guna memperoleh nutrisi dan mendukung regenerasi jaringan. Proses ini terkoodirnasi dan melibatkan proliferasi sel endotel,penataan ulang membran basal,perpindaha struktur tubulus ginjal dan perekrutan sel perivaskular,dan kontraksi terjadi selama fase proliferasi untuk menutup luka.
         Kontraksi ini dilakukan oleh fibroblas,ada fibroblas mirip aktin yang disebut miofibroblas. Sel-sel ini bisa menyusut ,sehingga bisa membantu menutup luka saat berproliferasi. Proses selanjutnya setelah pembentukan jaringan granulasi adalah re-epitelisasi. Melalui pensinyalan sitokin,epitel yang sehat disekitar luka kan berkembang biak dan berpindah ke tempat yang teluk. dengan bantuan jaringan granulasi dan kontraktil,area luka secara bertahap akan menutup dan digantikan oleh jaringan epitel baru.

C. Fase Remodelling
         Tahap terakhir dari penyembuhan luka adalah remodelling. Tahap ii dimulai dua hingga tiga minggu setelah timbulnya luka dan dapat berlangsung hingga satu tahun atau lebih. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk mendapatkan kekuatantarik yang cukup melalui reorganisasi,degredasi,dan sintesis matriks,ekstraseluler. 
         Selain proses normalisasi jaringan,pada tahap ini jaringan granulasi juga disesuaikan untuk membentuk jaringan parut sehingga mengurangi jumlah sel dan pembuluh darah. Selain itu,jaringan parut juga meningkatkan konsentrasi serat kolagen. Pada tahap ini, elemen jaringan telah matang dan proses inflamasi telah teratasi. Dengan menutup luka kolagen tipe IIII akan terdegredasi dan sintesis kolagen tipe I akan meningkat.


2. Anti fibrinolitik
       Antifibrinolitik adalah golongan obat yang bekerja dengan cara menghambat sistem fibrinolitik, dan sistem fibrinolitik adalah proses berlawanan dari koagulasi atau pembekuan darah. Asam Traneksamat merupakan obat anti fibrinolitik yang banyak digunakan. dan memiliki kegunaan untuk membantu menghentikan pendarahan pada sejumlah kondisi,misalnya cedera,pendarahan akibat menstruasi berlebihan.




Farmakologi :
      Farmakologi asam traneksamat merupakan turunan dari asam amino lisin yang berfungsi untuk menghambat proses fibrinolisis dan mempercepat hemostasis. Farmakokinetik asam traneksamat cepat diserap dalam plasma,dikombinasikan dengan protein dan didistribusikan ke jaringan melalui plasma,sebagian kecil dimetabolisme dan kemudian di eliminasi oleh ginjal.

Farmakokinetik :
    Asam traneksamat akan cepat diabsorbsi dalam plasma dan 50% diabsorbsi melalui saluran gastrointestinal. Dosis akan mencapai puncaknya setelah 1-5 jam,dan kemudian mengikat protein,kemudian melewati plasma darah melalui sawar darah-janin dan berdifusi ke dalam membran sinovial dan cairan sendi,dan kemudian melalui plasma ke jaringan,sebagian kecil obat juga akan metabolisme pada tingkat 5%. Ditemukan dalam urin setelah 72 jam metabolisme,setelah metabolisme obat akan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urin.

Farmakodinamik :
    Asam traneksamat merupakan turunan dari asam amino lisin,yang dapat bekerja dengan cara menghambat proses fibrinolisis. Asam amino lisin denga afinitas tinggi akan menempel pada reseptor plasminogen untuk menonaktifkan plasmin,sehingga tidak terjadinya degredasi fibrin dan faktor pembekuan darah. Selain itu,juga memiliki efek anti inflamasi dan dapat mengurangi jumlah plasmin yang bersirkulasi dipembuluh darah.





                                                  DAFTAR PUSTAKA
Bakta,I.M. 2013. Hematologi Klinik Ringkas,Jakarta : EGC.
Doda,D.,H.Polli.,S.Marunduh dan I.M. Sapulete. 2020. Fisiologi Sistem Hematologi. Yogyakarta,Deepublish.
Firani,N.K. 2018. Mengenali Sel Sel Darah dan Kelainan Darah. Malang : UB Press.


PERMASALAHAN :
1. Mengapa salah satu kontraindikasi dari penggunaan asam traneksamat yaitu pendarahan subarachnoid sedangkan di indikasi obat traneksamat dikatakan memiliki indikasi pendarahan subarachnoid?
2. jelaskan mengapa asam traneksamat banyak digunakan untuk anti fibrinolitik? sedangkan masih banyak obat yang lain apakah yang membedakan nya?
3. Apa yang menyebakan proses fibrinolisis pada orang tua terjadi lebih lama?

2 komentar:

RHEUMATOID ARTHRITIS

  Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyebab paling umum dari peradangan sendi kronis. RA adalah penyakit inflamasi autoimun kronis, progresi...